Mengenal Static & Dynamic QRIS, Serta Cara Membuatnya!

Posted by

Era digital terbukti menawarkan cara dan gaya baru dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Tak terkecuali cara pembayaran, kini juga beralih menjadi cara pembayaran digital atau digital payment. Selama ini, bank memang sudah menyediakan cara pembayaran yang mengandalkan sinyal handphone maupun internet, tapi cara pembayarannya masih mengandalkan kartu. 

Digital payment makin meramaikan berbagai metode pembayaran, salah satu pembayaran dengan QR (Quick Response) Code. Di Indonesia, pembayaran QR Code, distandarisasi dengan QRIS (Quick Response Indonesian Standard). Pembayaran dengan QRIS, mengalami peningkatan yang drastis hingga 316%. QRIS ini juga terbagi menjadi dua jenis, yakni static QRIS dan dynamic QRIS.

Baca Juga : Mau Bisnis Makin Laris? Maksimalkan Metode Cashless dengan 5 Cara Ini!

Static QRIS

Sebenarnya, wujud QR Code tidak bisa Anda ubah. Dengan kode ini, maka saat di-scan Anda akan tersambung ke link yang sama. Inilah yang sering orang sebut dengan QRIS static. Jika ada perubahan pada link tersebut, kode QRIS static pun tidak bisa Anda pakai lagi. Kode QR static biasanya ada di berbagai toko-toko offline berupa papan banner kode QRIS. Kode ini sama untuk semua pelanggan. Penggunaannya cukup mudah, pelanggan cukuk melakukan scan pada QR code, ketik nominal bayar dan melakukan pembayaran hingga transaksi selesai. 

Selain untuk transaksi, QR Code static juga biasa berguna untuk membuka resume acara seminar, materi publikasi, daftar menu di restoran. Saat ini, QR Code juga berguna untuk keperluan tracking dan pencegahan penularan Covid-19. QR Code ini dapat memantau pergerakan orang dan mendeteksi apakah orang tersebut sudah mendapat vaksin Covid-19 atau belum.

Dynamic QRIS

Dynamic QRIS

Kebalikan dari static QRIS, link yang tertaut pada dynamic QRIS dapat Anda ubah. Inilah perbedaan utama dynamic QRIS dengan yang static. Jadi, QR code yang tiap pelanggan dapat akan berbeda. Misalnya, pembayaran cashless di toko, QRIS yang pelanggan gunakan akan berbeda. Biasanya kode akan muncul pada mesin EDC atau dicetak dari mesin tersebut. Kode itulah yang akan di-scan oleh pelanggan. Karena kodenya berbeda, maka transaksi pun lebih aman.

Selain itu, dynamic QRIS juga berbeda dalam melacak data. Pelacakan data terjadi antara lain dynamic QRIS di-scan, kapan kode digunakan, lokasi kode saat digunakan, dan jenis perangkat yang digunakan scan kode QRIS. Misalnya, ada pelanggan dengan transaksi Rp 50 ribu. Penjual akan mencetak QRIS dan pembeli men-scan kode tersebut. Setelah itu, pelanggan hanya perlu konfirmasi nominal transaksi dan masukkan PIN.

Untuk pembayaran secara online, Anda bisa membagikan link yang tertaut dynamic QRIS. Pada link tersebut sudah tercantum semua informasi transaksi termasuk nominal. Jadi, info dalam dynamic QRIS jauh lebih unik dan praktis. Pelanggan pun makin sedikit melakukan input data. Atas dasar inilah QRIS ini lebih direkomendasikan untuk bisnis. Lantas, bagaimana cara membuat QRIS tipe ini untuk bisnis Anda?

Cara Membuat Dynamic QRIS 

Dynamic QRIS

Membuat dynamic QRIS tak kalah mudah dengan pembayarannya. Anda bisa menyediakan metode bayar dengan QRIS tipe ini dengan mendaftar Durianpay. Durianpay mendukung semua jenis bisnis online untuk memiliki metode bayar QRIS. Cukup daftar sekarang, dan tim Durianpay akan membantu Anda menyediakan metode bayar yang Anda inginkan. Selain QRIS, Durianpay juga memungkinkan bisnis Anda untuk terima transaksi dari berbagai metode bayar. Seperti, E-Wallet, Kartu Kredit/Debit, Bank Digital, Virtual Account dan semua bank terkemuk di Indonesia. Anda bisa punya berbagai metode bayar ini,hanya dengan satu integrasi.

Segera integrasikan Durianpay pada toko Anda! Prosesnya mudah, cepat dan tidak berbelit-belit. Customer support kami siap membantu Anda dalam menerapkan QRIS tipe ini untuk bisnis online Anda.