clay-banks-XvS-uKUoUao-unsplash

Penerapan Pembayaran Online bagi UMKM di Indonesia, Sudah Sejauh Mana?

Posted by

Dewasa ini, pembayaran online atau online payment semakin populer di tengah masyarakat. Tak cuma dilakukan di toko atau merchant besar, pembayaran online juga makin ramai digunakan oleh UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Indonesia. Hal ini tak lepas dari semakin kuatnya gaya hidup digital para konsumen. Mulai dari belanja online hingga penggunaan layanan ride hailing seperti Gojek dan Grab.

Bagaimana tidak? Dengan belanja online, sudah pasti pembayarannya pun secara online, dari mulai transfer bank sampai menggunakan berbagai dompet digital. Banyak di antara penjual di marketplace maupun e-commerce yang berskala UMKM. Pembayaran online sudah jadi keseharian mereka.

Begitu juga dengan pembayaran mitra UMKM food delivery (GoFood, GrabFood, etc) layanan ride hailing, mereka kian terbiasa menggunakan pembayaran online via dompet digital besutan masing-masing platform, yakni GoPay dan OVO. Tak jarang, gerai-gerai makanan ini menggunakan dompet digital.

Pelan tapi pasti, penggunaan pembayaran online pada sektor UMKM Indonesia makin jadi keharusan, demi mengimbangi minat konsumen pada pembayaran online. Fakta ini menandakan bahwa respon UMKM pada online payment positif. Lantas, bagaimana perjalanan UMKM dalam mengadopsi pembayaran online?

QRIS, Langkah Awal Penerapan Online Payment

Meski kerap dianggap sulit mengadopsi teknologi, faktanya UMKM menjadi sektor yang paling banyak menggunakan pembayaran online. Khususnya perangkat QRIS (Quick Response Indonesia Standard) atau QR Code. Dengan adanya barcode QRIS, melakukan transaksi menjadi praktis, cepat, serta aman hanya dengan scan melalui smartphone.

Beberapa dompet digital seperti OVO, DOKU, DANA, Shopeepay, Sakuku, Link Aja, dan Gopay merupakan penyedia layanan QRIS bagi UMKM. Pelaku UMKM tinggal mendaftar pada aplikasi-aplikasi tersebut, mengisi formulir, dan pelaku UMKM siap menggunakan perangkatnya. Mudah dan praktis bukan? 

Ke depan, bukan tidak mungkin jika para pelaku UMKM dapat menyediakan perangkat pembayaran online lainnya seperti EDC, sehingga menerima pembayaran kartu debit maupun kredit. Meski bukan teknologi baru, kartu debit dan kredit masih jadi primadona pembayaran online. 

Hingga 17 September 2021, sudah ada sebanyak 10,4 juta pelaku UMKM yang menggunakan pembayaran online dengan metode QRIS. Artinya, angka tersebut mencakup 96% dari total keseluruhan UMKM.  Selain itu, sebesar 80 juta Warga Negara Indonesia juga terbantu akibat fitur pembayaran online. 

Manfaat Nyata Pembayaran Online untuk UMKM

Dengan mengadopsi pembayaran online, UMKM dapat bergerak lebih fleksibel, dalam arti dapat melayani pelanggannya dalam waktu kapanpun dan di manapun.  Saat ini, banyak UMKM yang menerima layanan 1 x 24 jam sepenuhnya untuk konsumennya. Selain itu, pembayaran online juga praktis serta aman. 

Pembayaran online juga dapat memberikan kesempatan bagi UMKM untuk bersaing dalam skala nasional. Mereka tidak hanya dapat menggaet pelanggan dari sekitar mereka, melainkan bisa menjangkau pembeli dari seluruh penjuru negeri. Bukan tidak mungkin, UMKM juga bisa menjangkau pasar ekspor. Semua itu tidak mungkin terjadi tanpa menerapkan online payment.

Baca juga : Bagaimana Cara Online Payment Memajukan Bisnis?

Pada era digital saat ini, penerapan pembayaran online pada UMKM menjadi sebuah keharusan. QRIS menjadi langkah awal menuju transformasi UMKM agar lebih digitalized, sehingga lebih bisa diterima oleh para pembeli. Setelah itu bisa dilanjutkan dengan langkah berikutnya, yakni penerapan layanan payment gateway pada UMKM.

Bagi Anda pelaku UMKM yang berbisnis online, menerapkan layanan payment gaateway pada laman toko online adalah langkah solutif. Tak perlu pusing dengan coding pada laman toko online Anda, cukup integrasikan layanan Durianpay, dan toko Anda dapat menerima berbagai jenis pembayaran online, mulai dari transfer bank hingga beragam dompet digital. Klik di sini untuk dapatkan layanannya!