FDS payment

Fraud Detection System: Pengertian dan Jenisnya!

Posted by

Tahukah Anda? Dalam transaksi online, anda tidak bisa mengabaikan faktor keamanan dalam bisnis. Sebagai pebisnis, Anda perlu memastikan bahwa pembayaran customer benar-benar sampai ke rekening Anda! Atau pembayaran Anda benar-benar sampai pada supplier. Hal ini yang membuat FDS pada payment gateway penting. Selain menghindari kerugian, memastikan pembayaran benar-benar sampai ke tujuan dapat menjaga kredibilitas bisnis Anda. Pembeli akan makin yakin jika membayar melalui layanan payment gateway pembayaran yang Anda sediakan. 

Sama halnya dengan platform konvensional, pembayaran online melalui payment gateway juga punya risiko fraud/penipuan. Oleh karena itu, perlu sistem deteksi dini untuk mencegahnya. Sistem ini dikenal dengan nama FDS. 

Apa itu FDS? 

FDS atau Fraud Detection System pada payment gateway merupakan sistem yang mampu mendeteksi aksi penipuan lebih dini pada transaksi pembayaran online. Penyedia jasa payment gateway harus menyediakan sistem ini, agar para pengguna layanannya terlindungi dari ulah para penipu. 

Sebelumnya, FDS digunakan pada transaksi online kartu kredit. Seiring dengan perkembangan teknologi pembayaran, berbagai transaksi online juga memerlukan FDS. FDS menggunakan pengaturan indikator & parameter yang dapat menghasilkan suatu penilaian/scoring pada suatu transaksi. Dari scoring yang terakumulasi inil dapat menentukan apakah suatu transaksi high risk ataukah low risk. 

Misalnya, dengan indikator pengecekan e-KTP & email, ternyata nomer e-KTP tidak sesuai dengan nama yang tercatat, emailnya pun mencurigakan, maka FDS akan menanggap bahwa transaksi jenis ini high risk. Kemungkinan calon pembeli tersebut menggunakan identitas palsu yang akan melakukan penipuan. Sebaliknya, kesesuaian data e-KTP & email menjadi indikator bahwa transaksi tersebut berisiko rendah atau low risk. 

Jenis FDS

Secara umum, ada 2 jenis FDS. Pertama, FDS yang yang tujuanya kepada calon nasabah. Seperti Loan Origination System (LOS) dan e-KYC (Know Your Customer). Hal ini penting untuk mengenali calon nasabah fiktif, calon nasabah yang punya rekor buruk, hingga potensi kecurangan karyawan yang menerima transfer uang suap dari nasabah.

Kedua, Fraud Detection System (FDS) bagi transaksi nasabah yang sudah eksis. Biasanya FDS jenis ini berdampingan dengan Switching & Core Banking System. Misalnya, transaksi sebuah kartu di 2 propinsi dalam waktu hampir bersamaan. Atau sebuah akun  yang tiba-tiba menerima transfer dari berbagai sumber. 

Baca juga : Memaksimalkan Sistem Transaksi Non-Tunai untuk Bisnis Anda

FDS Penting bagi Payment Gateway

Sebagai pihak yang menjembatani peredaran uang, payment gateway sudah tentu memerlukan sistem deteksi dini seperti FDS. Ibarat perusahaan operator ATM yang membawa uang kemana-mana, mereka perlu mempersiapkan personil dan perangkat keamanan yang mumpuni, agar terhindar dari ancaman perampok, pencuri, hingga tukang hipnotis a.k.a penipu. 

Prinsip ini yang diterapkan pada transaksi online. Menjaga agar uang nasabah/customer “berlalu-lintas” dengan aman harus jadi prioritas. Selain demi suksesnya transaksi, tentu saja kredibilitas platform payment gateway dipertaruhkan. Jika tidak aman, bagaimana para pengguna percaya dengan jasa payment gateway. 
Salah satu platform payment gateway terpercaya adalah Durianpay. Durianpay menerapkan Fraud Detection System agar keamanan Anda sebagai pengguna merasa aman dalam melakukan transaksi. Dari mulai proses e-KYC sampai mengontrol transaksi para pengguna, Durianpay menjamin keamanan transaksi Anda.