cyber-monday-shopping-sales

Dropshipper: Pengertian, Cara Kerja,  Kelebihan dan Kekurangannya

Posted by

Saat memulai bisnis, pebisnis memerlukan modal untuk memproduksi barang maupun jasa. Lantas, apakah kesempatan bisnis hanya dimiliki oleh seseorang yang memiliki modal saja? Tentu saja tidak, ada banyak cara bagi Anda untuk memulai bisnis meskipun tanpa modal. Biasanya penggerak usaha menggunakan metode dropshipper. Apa itu dropship dan bagaimana cara kerja dropshipper? Simak ulasan berikut!

Cara Kerja Dropshipper

Dropship adalah sistem penjualan yang dilakukan oleh dropshipper tanpa memiliki atau menyimpan stok barang terlebih dahulu. Artinya, seseorang bisa mendapatkan keuntungan dari hasil berjualan tanpa harus memiliki modal. Setidaknya yang harus anda siapkan adalah internet untuk memasarkan produk melalui website, marketplace, maupun media sosial. Pada umumnya, dropshipper melalui proses berikut:

  • Dropshipper menentukan produk yang ingin mereka jual. Hampir setiap produk, terutama brand yang besar, membuka kerjasama bagi dropshipper
  • Setelah mendapatkan pemasok barang, dropshipper secara rutin memastikan  ketersediaan stok barang dan update produk terbaru, termasuk proses pembayarannya
  • Setelah resmi menjadi dropshipper, mereka hanya perlu memasarkan produk kepada pelanggan dan memanfaatkan media digital seperti website, marketplace, dan media sosial untuk meningkatkan penjualan
  • Pelanggan yang membeli akan melakukan pembayaran kepada dropshipper dan pemasok barang mempersiapkan produk untuk dikemas dan dikirimkan

Setelah mengetahui pengertian dropship dan cara kerjanya, berikut adalah kelebihan dan kekurangan ketika seseorang mengambil bisnis dropship.

Baca juga : 5 Alasan Mengapa Anda Harus Beralih ke Bisnis Online

Keuntungan Dropshipper

Banyak orang menganggap bisnis dropship mudah  dan menguntungkan karena:

  • Minim modal serta tidak membutuhkan lokasi untuk menjalankan bisnis.
  • Terdapat pilihan produk yang beragam. Dropshipper memiliki keuntungan berupa kebebasan untuk memilih produk yang hendak mereka jual.
  • Tidak butuh ruang penyimpanan! Berbeda dengan reseller yang harus membeli dan menyiapkan stok barang, dropshipper tidak membutuhkan hal tersebut karena pemasoknya yang akan mengurus barangnya.
  • Tidak repot dengan pengiriman dan pengemasan barang. Keuntungan dropshipper yang satu ini terbilang menggiurkan. Karena Anda tidak perlu menghabiskan waktu dan tenaga untuk melakukan pengemasan dan pengiriman barang.

Kekurangan Dropshipper

Meski dropshipper mendapatkan keuntungan dari bisnis yang mereka jalankan, ternyata metode dropship juga memiliki kekurangan, di antaranya: 

  • Margin keuntungan yang terbagi dengan pemasok, sehingga keuntungan yang dropshipper dapatkan tidak 100% milik dropshipper.
  • Dropshipper terbatas dalam memastikan ketersediaan barang, sehingga sulit untuk menentukan dan mengetahui apakah barang tersebut masih atau tidak.
  • Kecepatan pengiriman yang tidak menentu. Hal tersebut terjadi karena pemasok yang akan melakukan pengiriman barang. 
  • Karena produsen yang mengirim dan mengemas barang , barang yang produsen jual menentukan nama baik dropshipper .

Itulah informasi mengenai pengertian dan sistem kerja dropshipper. Meski begitu, memiliki usaha secara mandiri tetap bisa Anda upayakan. Apalagi kita hidup di zaman modern, berbagai kemudahan bisa Anda temukan saat mengelola bisnis. Tertarik untuk  mencoba bisnis dropshipper?