Digital Banking: Babak Baru Layanan Perbankan Indonesia

Posted by

Di era digital saat ini, membuka rekening bank semudah membuat akun media sosial. Setelah berhasil mendaftar, Anda pun dapat melakukan transaksi dengan nyaman. Inilah era bank digital atau digital banking. Singkatnya, era ini mendukung kita untuk melakukan transaksi dengan bank tanpa harus datang ke bank. Tapi tahukah Anda? Layanan digital banking ini tidak muncul begitu saja, ada proses transformasi yang tidak instan. Dari hari ke hari, makin banyak yang menyediakan layanan digital banking.

Bank-bank digital baru bermunculan dan bersaing memberikan layanan keuangan terbaik. Berbagai bank umum pun tak mau kalah. Mereka mulai bertransformasi atau sekedar membuat lini bisnis bank digital. Bagaimana pertumbuhan serta arah perkembangan bank digital di Indonesia? Mari kita kupas satu persatu!

Digital Banking dan Bank Digital, Apa Bedanya?

Mungkin sebagian dari Anda masih bertanya-tanya, bukanlah selama ini bank-bank yang sudah ada juga punya layanan digital, jadi mereka juga bank digital dong? Memang benar bahwa kini hampir semua bank punya layanan digital, namun hal itu bukan indikator sebuah bank digital. Lantas apa itu bank digital? Dan apa bedanya dengan layanan digital yang sudah ada di berbagai bank saat ini?

Digital banking bukan hal baru, selama ini kita sudah menggunakan layanan digital banking, saat transfer via aplikasi bank di smartphone. Era perbankan digital dimulai sejak layanan internet banking dan mobile banking mulai banyak digunakan (sekitar tahun 1998-200an). Hal ini memudahkan bank-bank umum memberi layanan perbankan digital (digital banking).

Secara definisi, perbankan digital merupakan transformasi layanan perbankan digital dari cara tradisional menjadi daring atau online. Perbankan digital merujuk pada segala fitur untuk mengakses layanan perbankan melalui situs web bank yang bersangkutan. Dengan cara ini,  nasabah bisa melakukan log in akun ke dalam situs web tersebut untuk mengecek saldo, membayar tagihan, mengajukan pinjaman atau kartu kredit, dan layanan perbankan tradisional lainnya.

Hal serupa juga terjadi pada layanan mobile banking, bedanya hanya pada perangkat yang digunakan. Layanan mobile banking dikhususkan pada perangkat mobile, yakni smartphone & tablet. Nasabah perlu mengunduh aplikasi mobile resmi milik bank terlebih dahulu, baru kemudian daftar dan login. Itulah yang dimaksud dengan digital banking, layanan finansial yang dapat diakses secara online untuk para nasabah.

Bank digital menawarkan layanan yang lebih advance. Tak jarang, bank digital punya tools ataupun fitur unik dalam mengatur keuangan nasabah. Jadi, nasabah tak cuma menabung,  transfer, dan menarik dana, tapi juga bisa mengatur keuangan pribadi hingga berinvestasi. 

Selain fitur yang lebih lengkap, bank digital layanan benar-benar full online. Jadi, mulai dari membuka rekening, registrasi, dan berbagai transaksi pun bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Meski punya banyak kesamaan dengan perbankan digital (digital banking), bank digital menjadi brand tersendiri yang lisensinya terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Perubahan Menuju Bank Digital

Jika melihat fakta di atas, kita bisa lihat bahwa bank digital merupakan the next level dari perbankan digital atau digital banking. Saat ini, berbagai pihak sudah mempersiapkan bahkan sudah meluncurkan bank digitalnya masing masing. Baik pemain baru, maupun pemain lama (bank-bank umum), semuanya tidak ingin ketinggalan dalam meluncurkan bank digital. 

Dalam membuat bank digital, ada dua jenis perubahan. Pertama, bank melakukan transformasi model, strategi, dan produk bisnis. Misalnya Jenius milik Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN), digibank (Bank DBS Indonesia), Tyme Digital (Bank Commonwealth), dan Wokee (Bank Bukopin). Kedua, bank yang sejak awal dibentuk sebagai bank digital, contohnya Nyala (OCBC NISP) dan TMRW (UOB Indonesia) dan yang paling baru adalah Bank Jago yang digawangi oleh raksasa ride hailing Gojek. 

Berkembang Seiring Ekosistem Digital

Peran Gojek dalam menghadirkan layanan bank digital merupakan fakta yang menarik. Mengingat Gojek bukan perusahaan yang berkecimpung di bidang keuangan. Namun, kehadiran bank digital disinyalir akan menyuburkan ekosistem digital yang ada pada grup Gojek. Transaksi pada layanan ride hailing, hingga layanan antar makanan Go Food akan berjalan lebih mudah dan nyaman.

Hingga saat ini bank digital kini terus bermunculan. Pesatnya pertumbuhan ekosistem digital menuntut kehadiran bank digital yang mampu menghadirkan layanan keuangan yang aman, terintegrasi, dan berteknologi tinggi.

Keberadaan bank umum ataupun perusahaan FinTech (financial technology) memang sudah banyak membantu ekosistem digital seperti e-commerce dan logistik. Namun, di masa depan, diperlukan layanan yang lebih canggih, terintegrasi, dan pastinya aman. Selain menyuburkan ekosistem, bank digital juga menjadi babak baru layanan perbankan di Indonesia. 

Makin Mudah, Makin Nyaman

Kenyamanan dan kemudahan menjadi kata kunci pada babak baru bank digital di Indonesia. Bayangkan saja, baru beberapa tahun bank digital berkembang, kenyamanan sudah sangat luar biasa.  Buka rekening, isi saldo, transfer hingga membayar tagihan bisa dilakukan hanya dari smartphone dalam genggaman Anda. Transaksi pun bisa dilakukan kapan pun dan dimanapun. Saat Anda rebahan sekalipun, transaksi bisa berlangsung dengan lancar tanpa kendala.  Mengantri dan menemui teller kini hanya tinggal sejarah. Selamat datang kenyamanan! Selamat datang di era bank digital.