Pemilik Bisnis Wajib Tahu, Tren Pembayaran Indonesia Tahun 2021

Posted by

Pandemi COVID-19 yang terjadi tampaknya telah membawa banyak perubahan pada berbagai aspek kehidupan masyarakat dunia. Banyak orang yang terpaksa harus meninggalkan pola perilakunya yang konvensional dan mulai beralih ke digital. Untungnya, kehadiran teknologi mampu mempermudah semuanya. Mulai dari urusan bekerja, belajar, berkomunikasi, hingga berbelanja. Semua bisa mudah dilakukan hanya dengan bantuan gadget dan internet.

Meskipun begitu, tidak sedikit pebisnis yang dibuat tepuk jidat akibat adanya pergeseran kebiasaan ini. Terutama bagi mereka yang bergerak di bisnis offline. Sejak tahun lalu, banyak para pemilik usaha yang terpaksa harus gulung tikar karena adanya penurunan penjualan atau akibat lambatnya adaptasi terhadap situasi terkini.

Kini, keadaan telah mengubah pola perilaku jual-beli masyarakat dunia. Kekhawatiran akan infeksi virus membuat sebagian besar orang memilih mengurangi penggunaan uang kartal dan beralih ke non-tunai (cashless). Bagaimana dengan Indonesia? Apakah mayoritas masyarakatnya masih setia dengan penggunaan uang fisik? Atau sudah memilih uang digital sebagai solusi untuk bertransaksi? Mari kita bahas fakta dan datanya pada artikel ini.


Tren Pembayaran Indonesia Tahun 2020

Dikutip dari situs CNBC Indonesia, Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital terus tumbuh di tahun 2020 karena dipengaruhi oleh banyaknya masyarakat yang menggunakan platform e-commerce dan instrumen digital lainnya semasa pandemi. Hal ini tercermin dari nilai transaksi uang elektronik pada Desember 2020 yang mencapai angka Rp22,1 triliun atau tumbuh 30,44% year-on-year (YoY).

Sementara itu, transaksi digital banking pada Desember 2020 mencapai 513,7 juta transaksi atau tumbuh 41,535% (YoY) dan nilai transaksinya mencapai Rp2.774,5 triliun. Transaksi digital banking ini telah tumbuh hingga 13,91% (YoY). Serupa dengan transaksi uang elektronik dan digital banking, nilai transaksi pembayaran menggunakan ATM, kartu debit, dan kartu kredit juga mengalami kenaikan. Pada Desember 2020 tercatat Rp695,5 triliun, kembali tumbuh 1,36%.

Bukan hanya itu, menurut data yang dikutip dari hootsuite, ada 87,1% pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun yang telah bertransaksi di platform online. Jika dikonversikan ke angka, maka jumlahnya adalah 181,9 juta orang, di mana rata-rata transaksi tahunan per orangnya mencapai $275.

Tren Pembayaran Indonesia Tahun 2021

Menginjak tahun 2021, transaksi dengan menggunakan metode digital pun terus merangkak naik, baik untuk e-commerce, digital banking, ataupun uang elektronik. Mengutip dari CNBC Indonesia, Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia memprediksi transaksi e-commerce akan tembus di angka Rp395 triliun atau tumbuh 48,45%. Prediksi ini tentu saja bukan tanpa dasar, hingga kini ada lebih dari 600 juta transaksi yang telah terjadi. Beliau pun memproyeksikan kenaikan penggunaan uang elektronik hingga ke angka 35,7% (YoY) atau setara Rp278 triliun. Luar biasa ‘kan?

Lalu, apa manfaat dari data-data di atas bagi para pemilik bisnis? Berikut ini adalah 3 poin yang harus Anda catat.

1. Pelanggan Usia Muda Akan Mendominasi Pasar

Seperti yang disebutkan sebelumnya, walaupun pengguna internet yang rutin bertransaksi online adalah usia 16 hingga 64 tahun, dominasinya ada pada rentang umur produktif, atau bisa kita sebut milenial. Mereka adalah generasi yang adaptif, unik dan memiliki minat yang beragam. Penting bagi Anda sebagai pemilik bisnis untuk membidik mereka sebagai target utama bisnis Anda. Jangkaulah mereka di tempat-tempat di mana mereka biasa berada, misalnya di media sosial.

Selain itu, Anda juga harus menyesuaikan cara berkomunikasi. Kenali mereka lebih dekat dengan mencari tahu apa yang sedang tren di lingkungan mereka, apa yang mereka tonton, baca, konsumsi, dan lainnya. Jika hal-hal tersebut sudah diketahui, maka ini bisa menjadi keuntungan bagi bisnis Anda karena mereka akan merasa bahwa bisnis Anda adalah bisnis yang mengerti keinginan mereka.

2. Sederhanakan Cara Pembayaran

Salah satu faktor utama yang menyebabkan pergeseran kebiasaan pembayaran adalah kepraktisan dan kesederhanaan sistem pembayaran. Orang-orang tak perlu lagi beranjak dari rumah untuk membeli suatu barang. Mereka tak perlu bertatap muka dengan pihak lain jika ingin berbelanja kebutuhan harian, atau mengirimkan bukti transaksi secara manual saat mengirim uang. Semua telah dipermudah dengan transaksi online.

Melihat hal tersebut, Anda sebagai pemilik bisnis harus memanfaatkan fenomena ini menjadi suatu peluang untuk menambahkan keuntungan penjualan. Mulai terapkan digital payment pada bisnis Anda. Sediakan beragam opsi pembayaran yang digemari masyarakat sehingga mereka bisa merasa dipermudah saat ingin bertransaksi di toko Anda. Tenang, untuk menerapkan hal ini, Anda tidak perlu repot-repot, kok. Cukup dengan menggunakan Durianpay, maka semuanya sudah tersedia untuk Anda.

Durianpay adalah solusi pembayaran modern yang akan membantu pemilik bisnis dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Durianpay hadir dengan berbagai fitur yang menarik, seperti penyediaan opsi metode pembayaran, penyediaan informasi aktivitas pelanggan dan insight bisnis serta pembuatan skema untuk membuat promo. Selain itu, terdapat fitur penyediaan payment link di messenger dan media sosial untuk bisnis rumahan. Untuk memudahkan pemilik bisnis mengirim dana, terdapat fitur disbursement di mana pelaku bisnis bisa melakukan transfer ke banyak bank hanya dengan satu langkah. Semua lengkap hanya ada di Durianpay.

3. Perang Diskon dan Promosi

Siapa yang tidak menyukai diskon atau potongan harga? Rasanya, semua konsumen akan tergiur jika produk yang diinginkannya menawarkan sesuatu yang menarik dan menambah keuntungan bagi mereka, misalnya berupa potongan harga. Sejak dulu, promo memang menjadi senjata paling ampuh untuk menarik pelanggan dari berbagai penjuru. Apalagi saat ini promo ada dalam berbagai macam treatment, misalnya dengan sistem flash sale atau festival belanja di tanggal cantik.

Jika Anda ingin memanfaatkan sistem promo ini sebagai penarik perhatian konsumen tapi masih bingung harus mulai dari mana, Durianpay selalu siap sedia membantu Anda. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, Durianpay mampu membuatkan skema promo bagi bisnis Anda. Melalui Durianpay, Anda bebas memilih pembuatan promosi yang cocok dan sesuai dengan kebutuhan. Semuanya bebas dan dibuat khusus untuk Anda. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan akses untuk melihat performa promosi toko lengkap dengan fitur edit dan ganti target yang bisa digunakan untuk keperluan perubahan pembeli.


Nah, itulah tadi penjelasan singkat mengenai tren pembayaran yang ada di Indonesia tahun ini. Semoga setelah membaca seluruh artikel ini, Anda bisa menjadi lebih yakin untuk terus berusaha meningkatkan penjualan dan memanfaatkan momentum yang ada dengan strategi-strategi bisnis yang tidak ada duanya.